MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN KENAGARIAN KOTO BARU SIMALANGGANG KECAMATAN PAYAKUMBUH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2006.
============================================
Pada hari ini Rabu tanggal 26 April 2006 kami anggota Team Perumus Bidang Adat Musrenbang Nagari Koto Baru Simalanggang tahun 2006 Telah bersidang dan Ba Iyo Ba Tido dan telah merumuskan sebagai berikut :
1. BARIH BALOBEH .
1. Rapat Ninik Mamak dalam wilayah hukum Adat Kenagarian Koto Baru Simalanggang yang akan ,"membiang cabiak, manngintiang putih" di bidang Adat adalah niniak mamak yang sudah *GODANG KA BALERONG* . 2. Bagi Ninik Mamak yang belum Godang Ka Balerong ,dibawa untuk bermusyawarah dan belum berhak menanda tanganii KEPUTUSAN.
3. Pemakaian adat adalah di satukan di Kanagarian Koto Baru Simalanggang.
4. Pakaian niniak mamak.
a. Rapat Niniak Mamak, dan Barolek marapulai ,Niniak Mamak memakai baju putih Guntuang Cino dan celana batik, Kuliah Koruk serta sandang kain sarung.
b. Rapat IV jinih di Jorong dan di kanagarian serta rapat rapat resmi Kanagarian ,Niniak Mamak memakai pakaian Baju Batak dan kopiah Koruk..
c. Niniak Mamak pada acara batogak Pangulu ka Balai dan penyambutan Tamu Pemerintah memakai pakaian Kebesaran.
d. Bagi Niniak Mamak Yang menghadiri acara suka dan duka agar memakai pakaian srpatutnya dan memakai Kopiah.
5. Tata cara Barolek Batigak Pangulu :
a, Barolek Pangulu Di lewat di Balai Adat Jorong yang bersangkutan dan di Arak serta di lewat di Balai Adat Kenagarian.
b. Jika barolek Penghulu Kenagarian di Adakan di balai adat Jenafarian.
c . Persyaratan yang harus di lengkapi sebagai berikut :
1. Harus sesuai ketentuan Adat :.
a. Ranji.
b. Kebulatan kaum
c. Dan lain -lain menurut ketentuan adat.
2. Ranji asal usul keturunan di buat oleh kepala waris , di syahkan oleh niniak mamak sa lantak,di ketahui oleh ka IV suku yang bersangkutan ,LAN, dan Wali Nagari.
d. Barolek Batogak Penghulu di wilayah Kenagarian Koto Baru Simalanggang di upayakakan secepatnya,di srbabksn sedikitnya niniak mamak nan GODANG KA BALERONG.
e. Kepada Pengurus Lan untuk dapat sesegera mungkin membentuk Panitia Olek Batogak Pangulu kanagarian.
6. Jabatan Ka IV Suku adalah Sang Soko ,sifatnyo pakai mamakai dalam pasukuan masing masing ,dipilih mungkin jo patuk.
7. Dubalang Adat di angkat dan di menghentikan oleh ka IV Suku yang bersangkutan.
8. Jabatan pengurus LAN selama lima tahun dan di pilih oleh anggota LAN dalam wilayah Kanagarian Koto Baru Simalanggang.
9. Dubalang,Pegawai,Alim Ulama,Codiak Pandai,Bundo Kanduang,Tuo Baraka,.dan pemuda tidak di masukkan dalam sidang adat ,tetapi masuk dalam sidang IV jinih.
10. Surat Izin nikah dari Niniak Mamak di seragamkan kan di Kanagarian Koto Baru Simalanggang dan di ketahui oleh ka IV Suku dan Wali JorongvTerkait.
11. Pakaian Barolek Anak Daro ,Marapulai anak nagari Koto Baru Simalanggang sbb.;
- Marapulai.
A,Jas
B. Korih.
C. Tungkek.
D. Celana panjang.
E. Si sampiang.
F. Soluak.
-Anak Daro .
A.Suntiang seperangkat.
B. Pengiring dengan tangkuluak Tanyak / suntiang ketek...
http://www.google.com
II. KEPENDUDUKAN.
Penduduk kenagarian Koto Baru Simalanggang yang berasal dari luar kenafarian : kok jauh mencari suku,dikek mencari anduang, waktu paling lama 2 tahunan ,kok alya baturuk, jalan batompuah sebagai berikut :..
1. Maisi Adat kepada Niniak Mamak tompek manompang (malokok) satu Mas.
2.Manjamu Niniak mamak sakampuang beserta Ka IV Suku Nagari yang bersangkutan dengan membantai kambiang .sebagai wujud adat di isi limbago ba tuang.
3. Bagi anak kemenakan yang telah mangkok secara adat kemudian yang bersangkutan meninggalkan niniak mamak tempatnya malokok (bubuk tambang), masi Adat sebanyak 1 mas kepada yang niniak mamak yang bersangkutan dan di laksanakan secara badi tau tau.
4.Bagi penduduk Nagari Koto Baru Simalanggang yang belum malokok atau ba Mamak tidak di layani secara adat.
5. Bagi suatu kaum atau anak kemenakan dalam kenagarian Koto baru Simalanggang yang sokonyo talipek lebih dari saratuh hari ,maka tang bersangkutan harus manyanda ,malokok kepada Niniak mamak sekampung ,dengan masi adat sebesar 1 Mas kepada niniak mamak tempat manyanda/malokok.
III. ATURAN JUAL BELI.
1. Jual beli tanah kering dan tanah basah dalam ke nagarian koto baru simalanggang harus di lakukan menurut Adat yang berlakuvdalam ke nagarian yang di setujui oleh ahli waris yang berhak,niniak mamak si penjual dan niniak mamak sekampung dengan Penjual,Datuak Ka IV Suku,Alim Ulama, dalam jorong tersebut serta Dubalang Adat dalam pasukuan si Penjual.
2. Jual beli tersebut di atas harus di tinjau ke lapangan tempat tanah yang di perjual belikan oleh orang yang ikut menanda tangani jual beli tersebut.
3. Jual beli tanah kering dan tanah basah yang sudah di sertifikayjan atau pemindahan hak harus melalui pemerintahan nagari dan di kenakan biaya proses pemindahan hak sebesar 1% dari nilai jual.
4. Uang Adat jual beli secara adat di kenakan biaya jual beli sebesar 4% dari.harga nilai jual dengan pembagian sebagai berikut :
A. 2% untuk Ka IV Suku ,Niniak mamak ,Alim Ulama,,Dubalang Adat yang hadir dalam jual beli..
B.1 % untuk jorong yang bersangkutan dengan perincian sebagai berikut - ½% untuk biaya operasional jorong
- ½% biaya pembangunan Jorong.
C. 1 % untuk LAN dengan perincian sebagai berikut :.
- ½% untuk buaya operasional LAN
- ½% untuk biaya pembangunan /pengembangan Adat .
5. Pendapatan hasil jual beli tanah keting dan tanak basah yang sudah di sertifikasikan atau perpindahan hak sebesar 1 % dari nilai jual pembagian sebagai berikut :
A. ½% untuk pembangunan Nagari dan di masukkan ke dalam kas Nagari.
B. ½% untuk pemerintah nagari dan jorong.
6. Jual Beli tanah kering dan basah dalam satu pasukuan cukup di ketahui niniak mamak ka IV Suku yang bersangkutan dan tetap maisi adat / di kenakan biaya 4 % dari nilai jual.
IV. MEMBANGUN SOKO.
Syarat membangun soko dalam ke nagarian Koto Baru Simalanggang sesuai menurut Adat yang berlaku dengan ketentuang maisi adat : .
1. Membangun Koto Nan baru masi adat. 29 emas.
2. Manggunguang mambaok tobang di luar kelarasan sungai baringin nasi adat 10. Emas.
3. Manggungguang mambaok tobang dalam kakarasan sungai baring masi adat. sebesar 5 emas.
4. Hidup bakarelaan mangombang nan talipek ,mambangkik batang tarindam ,gudang di pakuburan dikenakan masi adat sebesar 1 emas.
5. Godang manyimpang ba sibak longan baju dikenakan ma usi adat sebesar 2 emas.
6. Hasil isi adat poin ke empat di atas di bagi sebagai berikut.
- 50 % untuak ka IV Suku Jorong yang bersangkutan ,Niniak Mamak,Alim Ulama ,dan Dubakang Adat Suku tersebut.
- 25% untuk pembangunan adat di jorong yang di kelola oleh ja IV suku dalam jorong tersebut.
- 25% untuk pembangunan dan pengembangn adat Nagari yang di kelola oleh LAN dan di masukkan ke kad /bendahara LAN.
V. PERKAWINAN.
1. Uang rompak paga di kanagarian Koto baru Simalanggang sebanyak ½ emas ataubuang sebanyak Rp.200.000
a. 30% untuk membangun jorong di masukkan ke kas jorong di kelola oleh jorong
b. 40% untuk niniak mamak yang bersangkutan
c. 15% untuk ka IV Suku.
d. untuk LAN Kenagarian
Catatan : pengawasnya adalah ka IV Suku yang bersangkutan
2. Isi carano dalam Olek jopuk Marapulai.sebagai berikut ;
a. Dalam nagori Koto baru Simalanggang Rp. 50.000
b. Di luar Nagari Koto Baru Simalanggang dalam kelarasan sungai baringin Rp. 100.000.
c. Di luar kelarasan sungai baringin Rp 150.000.
d. Isi Carano bagi marapulai yang mamangku Soko /niniak mamak sebesar 1 emas.
e. Uang isibcarano tersebut di terima dan di kelola oleh niniak mamak yang bersangkutan menurut aturan yang telah biasa di lakukan.
3. Kawin liar bagibanak kemenakan yang kawin liar (tidak seizin niniak mamak yang bersangkutan dan pemerintah nagari) yang tidak menurut ALUA nan Luruh ,Jalan nan pasa di kenakan sangsi sebesar 2 emas di stor ke niniak mamak bersangkutan untuk di stor kan ke Kas jorong yang bersangkutan guna untuk pembangunan.
4. Bagi anak kemenangan yang kawin liar tersebut apabila pulang kampung di usua pareso oleh niniak mamaknya dan di panggil oleh Jorong , untuk di selesaikan menurut ketentuan dan di nikahan menurut prosedur yang telah di tetapkan.
5. Bagi anak kemenakan yang yang tekah berbuat salah di atas tidak mau bayar utang Adat ini di kenakan sangsi SEGALA URUSAN DENGAN PEMERINTAH DAN ADAT tidak di layani.
HAMIL LUAR NIKAH.
Anak kemenakan dalam kenafarian koto baru simalanggang berbuat salah dengan hamil di luar nikah menurut adat dan syarak di kenakan denda 5 emas kedua belah pihak dan di nikahan menurut semestinya, Denda tersebut di serahkan pada pemerintahan Boring untuk pembangunan jorong.
KAWIN SAKAMPUANG.
Anak kemenakan dalam kenagarian Koto Baru Simalanggang " DI LARANG KAWIN SAKAMPUANG" Dalam kanagarian Kot o baru Simalanggang apabila di langgar di kenakan sangsi sebagai berikut :
1. Apabila di setujui oleh Niniak mamak di denda 20 emas.10 emas oleh kemenakan , dan 10 emas oleh pelaku nan man mambuek.
2 . Apabila tidak di setujui oleh niniak mamak di denda 10 emas.
Pembagian nya sebagai berikut :
60% untuk pembangunan Adat di Jorong ka IV Suku jorong.
40% untuk pembangunan Adat di Nagori.
VI. HUKUM ADAT .
Bagi niniak mamak yang bersalah menurut adat seperti ;
1. Alus nan indak baturuk ,jalan pasa indak di tompuah saroto indak mamaliharo anak kama nakan di bina dan di nasehati oleh Ka IV Suku yang bersangkutan.
2. Tapijak jo bonang Arang ,Tacoreng arang di koniang ,hukumnya tangga dari kepenguluannya.
3. Apabila tidak mau BAIYO BATIDO ,Kusuk indak manyalosai,koruah indak man joniahan ,korek bak batu,tinggi bak langik di kenakan hukum kurenah (infak di bao sa ilia sa mudiak di dalam nagori /Jorong) menurut Adat ,tetapi bila yang bersangkutan mengakui kesalahannya dapat diterima kembali tanpa hutang.
4. Tidak mengindahkan kewajiban,seperti : panggia indak ba mulia kan, di imbau indak babunyi, di denda dua karyawan semen ,segala urusannya di ka bagai an di tangguhkan sampai masalah selesai.Denda di serahkan ke Jorong masing masing untuk pembangunan Adat di Joring tersebut..
5. Niniak mamak yang dengan sengaja di perlakukan dengan tindak pidana kekerasan ,di hina dan du caci maci di depan umum tanpa terlebih dahulu melalui prosedur adat yang berlaku maka pelaku di kenakan sanksi sebagai berikut :
a. Apabila pelaku sesama niniak mamak atau pejabat pemerintahan dibkenakan sanksi membayar denda pemulihan nama baik sebesar 5 emas dan minta maaf dalam suatu sidang khusus.
b. Apabila pelaku masyarakat umum atau anak kemenakan dalam Nagori Koto baru Simalanggang di kenakan sanksi denda sebesar 1 emas dan minta maaf dalam forum yang di adakan untuk itu..
c. Seluruh sangsi tersebut diatas di bagi sebagai berikut ;
1. 50% untuk ninik mamak bersangkutan / korban.
2. 30% untuk pembangunan Adat di jorong tersebut.
3. 20% untuk pembangunan adat Nagori di kelola oleh LAN.
VII. PERSENGKETAAN .
1. Proses penyelesaian persengketaan Soko dan Pisoko di laksanakan bajonjang naiak batanggo turun ,di mulai dari Niniak Mamak yang bersangkutan ,apabila tidak selesai naiknke kampung ,sesudah itu ke suduk. Jika belum selesai naik lagi ke KAN di Jorong dan LAN nagori dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp.200.000,-
b. Membayar uang penyelesaian perkara sebesar Rp. 25.000,- per anggota sidang.
c. Uang pendaftaran tersebut di atas di bayar pada waktu mengajukan pengaduan kepada pengurus LAN / KAN yang di bayar oleh pendakwa, penuntut..
2. Seseorang yang menuntut aras harta yang sedang di kuasai oleh orang lain.yang tidak di benarkan mengambil dengan paksa /rampas ,melainkan harus mengajukan pengaduan kepada Kerapatan Adat dengan prosedur seperti poin nomor satu di atas.
3. Untuk penyelesaian persengketaan Adat perlu di bentuk hakim adat di nagari menurut kriteria yang berlaku menurut adat yang terdiri dari 6 unsur keanghotaan Hakim Adat yaitu :
a. Rajo jo panguli
b. Alim jo Ulama .
c. Malin jo pandito.
d. Manti jo Dunalang.
e. Codiak tau pandai.
f . Tuo barak.
VIII. KELEMBAGAAN. ADAT...
1. Seluruh niniak mamak di Wilayah Koto baru Simalanggangvwajib membekali diri dengan ilmu Adat .
2. Adakan pengajian adat di wilayah Jorong di kanagarian Koto baru Simalanggang..
3. Dalam.pelaksanaan Aqiqah di musyawarahkan dengan niniak mamak yang bersangkutan dan di beritahukan kepada ka IV Sukubsudut yang bersangkutan dan tidak diadakan lagi Ba iyo Nagori di Jorong.
.STRUKTUR PASUKUAN DI KANAGARIAN KOTO BARU SIMALANGGANG.
1. PASUKUAN SAMBILAN ,terdiri dari 9 kampung dan 3 jurai.yaitu
A. KAMPUANG KOTO PILIANG JO SIPISANG.
..B. KAMPUANG TANJUANG SIMABUA JO PAYO BODA.
C. KAMPUANG PAGAR CANCANG DALIMO JO SIKUMBANG
2. PASUKUAN CANIAGO terdiri dari tujuan kampung duo jurai
A. Kampung body caniago LUBUAK batang jo Simapuak.
B. Jampuang si napa Simpuruk jo singkuang..
3. PASUKUAN JAMBAK ,Terdiri dari ompek kampung yaitu Jambak,Piropang,Kutianyia,jo Salo.
4. PASUKUAN MALAYU ,Terdiri dari limo kampuang yakni : Malayu mandahiliang,Guci ,Kampai..
FUNGSI SUKU/DATUAK Ka IV SUKU.
1.SUKU SEMBILAN fungsinya rajin di nagari dengan tonggo barono Sirah jo ijau.
2. SUKU CANIAGO peti bunian Adat nagori..Bendahara dengan tonggo barono KUNIANG JO BIRU DAUN.
3. SUKU JAMBAK fungsinya Oamuncak Adat /pelaksana adat di nagari dengan warna tonggo HITAM JO PUTIAH.
4. SUKU MALAYU .fungsinya sebagai Rajo Ibadat /Syarak di nagari dengan tonggo KUNIANG JO PUTIAH.
KAMPUNG ADALAH : Suatu kaum yang terdiri dari beberapa orangtua yang bertali darah ,dipimpin oleh seorang Datuak penghulu.
SUKU ADALAH : Yang terdiri dari himpunan beberapa buah kampung yang di kepalai oleh seorang ka IV Suku.
Demilianlah hasil Rumusan bidang adat dalam rangka musrembang nagari koto baru simalanggang tahun........yang telah di himpun melalui usul ,saran serta masukan dari pra musrembang dan melalui angket yang jami terima.
Kto BarunSimalanggang............................
TEAM.PERUMUS BIDANG ADAT
NINIAK MAMAK SAROTO KA IV SUKU ,PARA PENGHULU SEBKANAGARIAN KOTI BARU SIMALANGGANG.
SERTA PANITIA MUSREMBANG.
http://www.google.com
http://www.google.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar